About

Selamat Datang

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 29 Desember 2012

TUH: Anti Tumor

Oleh Elok Kamilah Hayati, M.Si
Download

Bioanorganik: Structural Features of Antitumor Titanium Agents and Related Compounds

Oleh Susi Nurul Khalifah
Download

Jumat, 28 Desember 2012

Biosintesis Protein

Oleh: M. Choirul Anwar
Protein terbentuk dari unsur-unsur organic yang relative sama dengan karbohidrat dan lemak, yaitu sama-sama terdiri dari unsure-unsur karbon, hydrogen, dan oksigen, tetapi bagi protein unsure-unsur ini ditambah lagi dengan unsure N (nitrogen) dan ditemukan pula unsure mineral (fosfor, belerang, besi). Molekul protein tersusun dari asam amino, 12 samapi 18 macam asam amino yang saling berhubungan dalam 1 ikatan peptide --- (CONH), unit-unit dasar tersebut selanjutnya diserap oleh aliran darah keseluruh tubuh, sel-sel jaringan mengambilnya digunakan sebagai pembangun dan pemeliharaan kesehatan jaringan (marsetyo,1990).
Molekul protein terdiri atas beberapa ratus molekul asam amino yang berikatan satu dengan yang lain melalui ikatan peptide serta memngikuti suatu urutan tertentu. Oleh karena itu biosintesis yang terjadi didalam sel merupakan reaksi kimia yang kompleks dan melibatkan beberapa senyawa yang penting terutama DNA dan RNA.
Molekul DNA merupakan rantai polinukleotida yang mempunyai beberapa jenis basa purin dan pirimidin, dan berbentuk heliks ganda. Antara rantai satu dengan pasangannya dalam heliks ganda tersebut terdapat ikatan hydrogen, yaitu ikatan yang terjadi antara adenine dengan timin dan antara sitosin dengan guanin. Molekul DNA yang berbentuk heliks ganda ini mempunyai sifat dapat membelah diri dan masing-masing rantai polinukleotida dapat membentuk rantai baru yang merupakan pasangannya. Dengan demikian akan terjadi heliks ganda yang baru dan proses terbentuknya heliks ganda baru ini disebut replikasi.urutan basa purin dan pirimidin pada molekul DNA menentukan urutan asam amino dalam pembentukan protein (anna poedjiadi,1994).
Dalam proses biosintesis protein molekul DNA berperan sebagai cetakan bagi terbentuknya RNA. Sedangkan RNA mengarahkan urutan asam amino dalam pembentukan molekul protein yang berlangsung dalam ribosom.dengan demikian aliran informasi genetika dalam sel ialah sebagai berikut (anna poedjiadi,1994):
DNA → RNA → Protein
Dua tahap proses yang berlangsung dalam pembentukan protein ialah (anna poedjiadi,1994):
Tahap pertama disebut transkripsi yaitu pembentukan molekul RNA sesuai pesan yang diberikan oleh DNA. Pada tahap ini informasi genetik diberikan kepada molekul RNA yang terbentukl selaku perantara dalam sintesis protein.
Tahap kedua disebut translasi yaitu molekul RNA menerjenahkan informasi genetika kedalam proses pembentukan protein. Pada tahap ini asam-asam amino secara berurutan diikat satu dengan yang lain, sesuai pesan yang diberikan DNA. Biosintesis protein berlangsung dalam ribosom yaitu suatu partikel yang terdapt dalam sitoplasma.
komponen yang terlibat dalam proses biosintesis protein:
mRNA (messenger RNA)
tRNA (transfer RNA)
Ribosome Enzim-enzim
mRNA diproduksi dalam inti sel dan merupakan RNA yang paling sedikit jumlahnya yaitu sekitar 5% dari seluruh RNA dalam sel pembentukan mRNA dalam inti sel ini menggunakan molekul DNA sebagai molekul cetakan dan susunan basa pada molekul mRNA merupakan komplemen salah satu rantai molekul DNA. Dengan demikian urutan basa purin dan pirimidin pada mRNA serupa dengan urutan purin dan pirimidin salah satu molekul DNA, dengan perbedaan basa timin diganti urasil. Mrna yang telah terbentuk dalam inti sel kemudian keluar dari inti sel dan masuk ke dalam sitoplasma (anna poedjiadi,1994).
tRNA adalah asam nukleat yang molekulnya terdiri atas 73 sampai 94 nukleotida. Struktur molekul tRNA secara sederhana digambarkan berbentuk daun semanggi yang mempunyai beberapa buah tonjolan berupa lengan dan bagian yang melingkar atau lipatan.
Bagian molekul tRNA yang penting dalam biosintesi protein ialah lengan asam amino yang mempunyai fungsi mengikat asam amino tertentu danlipatan anti kodon yang mempunyai fungsi menemukan kodon yang menjadi pasangan dalam mRNA yang terdapat dalam ribosom (anna poedjiadi,1994).
Mahluk hidup berbeda dalam kemampuannya melakukan sintesis ke – 20 asam amino. Juga berbeda dalam hal bentuk nitrogen yang dapat digunakan sebagai prekusor gugus amino. Sebagai contoh manusia hanya dapat melakukan sintesis 10 dari 20 asam amino yang dibutuhkan sebagai pembangun dari unit biosintesis protein, kesepuluh asam amino itu disebut asam amin o nonesensial atau asam amin o yang dapat diganti, yang dibentuk dari amoniak dan berbagai sumber karbon. Kesepuluh asam amino yang lain harus diperoleh dari makanan dan karenanya disebut nutritive esensial atau asam amino yang tidak dapat diganti (lehninger,1994).
Glutamat, glutamine, dan prolin mengambil bagian dalam lintas biosintetik bersama
Glutamate dibentuk dari ammonia dan α-ketoglutarat, suatu senyawa antara siklus asam sitrat, melalui kerja L-glutamat dehidrogenase. Tenaga pereduksi yang dibutuhkan diperolah dari NADPH.
NH4+ + α-ketoglutarat + NADPH → L-glutamat + NADP+ + H2O
reaksi ini adalah dasar yang penting di dalam biosintesis semua asam amino, karena glutamat adalah donor gugus amino dalam biosintesis asam amino yang lain melalui reaksi transmisinasi. L-glutamat dehidrogenasi terletak di dalam matriks mitokondria. glutamin dibentuk dari glutamat me;lalui kerja glutamin sintase.
Glutamate + NH4+ + ATP → glutamin + ADP +Pi + H+
prolin, suatu senyawa turunan siklik glutamate yang dibentik oleh lintas, glutamate ini mula-mula direduksi menjadi senyawa γ-semialdehida yang kemudian mengalami penutupan dan reduksi lebih lanjut menjadi prolin (lehninger,1994).
Alanin, aspartat dan asparagin juga berasal dari metabolit sentral
pada kebanyakan organisme, asam amino nonesensial alanin dan aspartat berasal dari piruvat dan oksaloasetat oleh transmisi dari glutamate.
Glutamate + piruvat → α-ketoglutarat + alanin
Glutamate +oksaloasatat → α-ketoglutarat + aspartat
Dalam banyak bakteri, aspartat adalah prekusor langsung aspargin dalam suatu reaksi yang dikatalisis oleh asparagin sintetase, analog dengan reaksi glutamine sintetase (lehninger,1994).
Aspartat + NH4+ + ATP → asparagin + ADP +Pi + H+
Tirosin dibuat dari asam amino esensial, fenilalanin
Tirosin adalah asam amino nonesensial, tetapi dibuat oleh hewan dari asam amino esensial fenilalanin melalui hidroksilasi pada gugus fenil oleh fenilalanin oksigenase, yang juga ikut serta dalam degradasi fenilalanin. Dalam reaksi ini NADPH dibutuhkan sebagai kopereduksi melalui oksigen; fenilalanin oksigenase merupakan suatu monooksigenase atau oksidase berfungsi ganda. Reaksi yang dikatalisis adalah (lehninger,1994) :
Fenilalanin + NADPH + H+ + O2 → tirosin + NADPH + H2O
Sistein dibuat dari dua asam amino lainnya,metionin dan serin
Pada mamalia, sistein dibuat dari dua asam amino lainnya, metionin yang esensial di dalam makanan dan serin yang tidak esensial. metionin memberikan atom sulfur dan serin memberikan kerangka karbon pada sintesis sistein. pada reaksi pertama metionin diubah menjadi S-adenosilmetionin oleh reaksi dengan ATP (lehninger,1994).
L-metionin + ATP + penerima metil + H2O + serin → penerima termetilasi + adenosin + α-ketobutirat + NH4+ + sistein PPi + Pi.
Serin adalah perkusor glisin
Karena serin adalah perkusor glisin, jalur biosintetik kedua ini dianggap terjadi bersama-sama. Jalur utama bagi pembentukan serin di dalam jaringan hewan dimulai dengan 3-fosfogliserat, suatu senyawa antara glikolisis. Pada tahap pertama α-hidroksilnya dioksidasi oleh NAD+,menghasilkan 3-fosfohidroksipiruvat. transminasi dari glutamat menghasilkan 3-fosfoserin, yang mengalami hidrolisis oleh fosfoserinfosfatase (lehninger,1994).
Serin + tetrahidrofolat → glisin + N5, N10 –metilentetrahidrofolat + H2O

DAFTAR PUSTAKA
Anna, poedjiadi, 1994, Dasar-dasar biokimia, Jakarta: UI-Press.
Marsetyo, kartasapoetra, 1990, Ilmu gizi (korelasi gizi, kesehatan, dan produktivitas kerja), Jakarta: PT. Rineka cipta.
Lehninger, 1994, Dasar-dasar biokimia jilid 1, Jakarta: Erlangga.
Lehninger, 1994, Dasar-dasar biokimia jilid I1, Jakarta: Erlangga.

Faktor-faktor Lahirnya Teologi Islam

Oleh: M. Choirul Anwar
 
Ajaran tauhid atau aqidahnya merupakan ajaran terpenting yang dibawah oleh al-quran, yakni pengakuan terhadap ke Esaan Allah dengan segala sifat-sifatnya kesempurnaannya, dengan segala keagungan-Nya dan mengesakannya dalam beribadat.

Dalam disiplin ilmu-ilmu islam ajaran tauhid ini dibahas dalam ilmu kalam, hal ini disebabkan persoalan terpenting yang menjadi pembicaraan pada abad-abad permulaan hijriyah adalah kalam Allah (wahyu Allah) yang dibacakan itu apakah “baharu” atau “qodim” dalam membicarakan wahyu ini dasar yang dipakai adalah akal pikiran dan sangat sedikit yang mendasarkan pendapatnya pada dalil naql, kecuali setelah terlebih dahulu menetapkan benarnya pokok persoalan.


Dalam sejarah perkembangan pemikiran islam, terdapat berbagai aliran pemikiran kalam yang berawal dari pemikiran politik, pertentangan poloyik antara ali bin abi talib dengan mu’awiyah bin abi sufyan meningkat menjadi persoalan teologi yang berujung pada peristiwa tahkim yang memicu terjadinya pertentangan teologi dikalangan umat islam. Kepincangan tahkim antara kelomp[ok ali bin abi talib dengan mu’awiyah bin abi sufyan memunculkan lahirnya aliran khawarij dengan semboyan mereka la hukma illa lillah ( tiada hukum selain dari hukum Allah).

Khawarij memandang ali, mu’awiyah ‘amr bin ash, abu musa al-asyari dan lain-lain yang menerima tahkim adalah kafir, seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surat al-maidah ayat 44. Lambat laun orang yang dipandang kafir bukan hanya yang tidak berhukum dengan al-quran tetapi juga orang yang berbuat dosa besar, disamping munculnya mukmin dan kafir, muncul persoalan kehendak dan perbuatan manusia, apakah manusia mempunyai kebebasan berkehandak dan berbuat, ataukah manusia melakukannya secvara terpaksa. Aliran yang memunculkan ini adalah qodariyah dan jabariyah.
Pada masa selanjutnya, mu’tazilah mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan yunani dan menterjemahkannya kedalam bahasa arab, mereka mulai terpengaruh oleh filsafat yunani dengan pemakaian rasio dan membawanya kelapangan teologi, namun demikian mereka tidak meninggalkan wahyu, sebagai antitesa terhadap pandangan mu’tazilah yang rasional, maka munculah aliran al-asyarriyah dan al-maturidiyah yang dapat disebut sebagai golongan tradisional islam.

Faktor faktor lahirnya ilmu kalam
Upaya memahami faktor-faktor ilmu kalam tidak dapat dilakukan secara sempurna tanpa terlebih dahulu memahami sejarah lahirnya ilmu kalam itu sendiri, sebab ilmu kalam sebagai ilmu yang berdiri sendiri belum dikenal pada masa nabi maupun pada masa sahabat.
Pada masa rasulullah Saw, umat manusia dibawah bimbingan  Rasulullah Saw masih dalam kesatuan dalam berbagai lapangan kehidupan agama, termasuk dalam lapangan akidah (tauhid) penamaan akidah pada masa ini langsung dibawah bimbingan Rasulullah Saw, baik melalui penjelasan, nasehat, maupun dalam bentuk sikap dan tinghkah laku berakidah.
Pada Rasulullah umat islam tidak mengalami kesulitan dalam memecahkan berbagai persoalan keagamaan, karena apabila sahabat mengahadapi suatu masalah, ada hal yang tidak jelas dan diperselisihkan, para sahabat langsung mengembalikan dan menanyakan kepada rasulullah sehingga tidak ada masalah aqidah yang tidak terselesaikan yang kemudian ditaati dan menjadi pedoman bagi umat islam
Pada masa khalifah Abu bakar dan umar bin khatab, wilayah kekuasaan islam semakin meluas, persoalan-persoalan keagamaan semakin beragam, namun masih relative sedikit, termasuk dalam masalah aqidah. Tetapi setelah umar bi khatab wafat dan usman bin affan diangkat sebagai khalifahke tiga, maka mulai munculah berbagai persoalan dikalangan umat islam, persoalan yang berawal dari masalah kakhalifahan (persoalan politik) yang kemudian melebar pada aqidah.
Untuk lebih sistematisnya kajian tentang latar belakang lahirnya ilmu kalam ini, mka factor-faktor kalahirannya dapat dikelompokkan pada dua bagian, sebagaimana disebut ahmad amin dalam bukunya duha al islam, yakni factor internal dan factor eksternal.

Faktor internal
Al-qur’an sebagai sumber pertama dan utama hukum islam, disamping membicarakan masalah ketauhidan, kenabian dan lain-lain. Juga menyampaikan penolakan terhadap keyakinan-keyakinan lain yang ada di luar agama islam. Dan dalam al qur’an diperintahkan supaya umat islam melakukan penolakan terhadap berbagai keyakinan yang menyimpang tersebut dengan melakukan  dakwah secara bijaksana dan melakukan bantaha (debat) dengan cara yang baik (qs an nahl:25) perintah ini menuntut umat islam untuk mempelajari cara melakukan perdebatan dengan baik. Hal ini mendorong adanya ilmu kalam.
Semakin meluasnya kekuasaan umat islam, mengakibatkan terjadinya persentuhan ajaran islam dengan budaya-budaya lain yang ada diwilayah kekuasaannya. Uamt islam mulai mengenal fisafat dan mempelajarinya. Dan mulai muncul upaya untuk memfilsafati ayat-ayat al qur’an yang nampaknya tidak sejalan, bahkan kelihatan bertentangan, seperti ayat-ayat yang membicarakan perbuatan manusia,, apakah manusia ini berbuat secara terpaksa  ataukah memiliki kebebasan untuk berbuat.
Rasulullah sampai akhir hayatnya tidak ada menyebutkan secara jelas siapakan yang akan menggantikannya  untuk memimpin umat islam  setelah beliau wafat, namun  para sahabat dapat menyelesaikan persoalan kekhalifahan ini dengan diangkatnya abu bakar sebagai khalifah pertama dan umar bin khatab sebagai khalifak kedua.
Persoalan kekhalifahan (imamah) muncul pada masa akhir kekhalifahan usman bin affan, yakni terbunuhnya usman yang mengakibatkan perdebatan teologi kelompok as-sunnah wa al-istiqomahmenyebut bahwa pembunuhan usman adalah perbuatan zalim dan merupakan permusuhan dan kelompok lain menyebut berbeda dengan kelompok pertama (bukan bentuk kezaliman).

Setelah usman wafat, maka ali bin abi talib terpilih sebagai khalifah keempat, tetapi begitu terpilih, langsung mendapat tentangan dari pemuka-pemuka yang ingin menjadi khalifah, tantangan pertama muncul dari talhah dan zubeir dari mekkah, tantangan kedua muncul dari mu’awiyah dan keluarga dekat usman bin affan yakni tidak mengakui ali bin abi talib sebagai khalifah.
Tantangan dari talhah dan zubeir melahirkan perang jamal (unta)yang berakhir kemenangan dipihak ali, tantangan dari mu’awiyah melahirkan perang siffn yang diselesaikan dengan tahkim. Terjadi ketidak adilan dalam tahkim yang mengakibatkan sebagian pendukung ali bin abi talib keluar dari barisan ali dan membentuk kelompok yang dikenal dengan “khawarij”.
Kelompok khawarij sebagai kelompok yang tidak menerima tahkim menuduh orang-orang yang terlibat dalam tahkim, telah keluar dari islam, mereka memperkuat tuduhan ini dengan ayat al-qur’an. Kelompok ini berpendapat yang tidak berhukum dengan al-qur’an adalah kafir, pelaku dosa besar dan wajib memeranginya. Pada masa yang sama muncul kelompok pembela ali bin abi talib yang disebut “syiah". Persoalan kafir mengkafirkan ini telah sampai ke berbagai wilayah, dan hasan basri ditanya bagaimana pendapat tentang orang yang berbuat dosa besar “almanzilat baina almanzilatain”. Kemudian wasil bin ‘atha mengasingkan diri (I’tazalah) dari halaqah hasan basri, dari berbagai persoalan ini munculah ilmu kalam.
Faktor eksternal.
Seiring dengan semakin luasnya wilayah kekuasaan islam, maka semakin banyak umat islam yang memeluk agama islam yang pada masa sebelumnya mereka memeluk agama atau kepercayaan tertentu. Pemeluk islam ini ada yang berasal dari agama yahudi dan nasrani. Ada dari penyembah berhala, penyembah matahari dan sebagainya. Setelah mereka memeluk islam maka tidak jarang terjadinya penyelesaian suatu masalah yang mereka temukan dalam islam dengan menggunakan ajaran agama atau kepercayaan yang mereka anut sebelumnya.

Aliran mu’tazilah sebagai salah satu aliran yang lahir dari perdebatan tentang iman dan kufur, adalah salah satu aliran yang banyak melakukan dakwah atau seruan ke dalam islam dan sekaligus melakukan perdebatan dengan berbagai pihak dalam hal mengemukakan dan mempertahankan pendapat, bahkan mereka melakukan perdebatan dengan berbagai agama dan kepercayaan lain dalam rabgka menegakkan dan membela ajaran islam khususnya dari serangan kelompok yahudi dan nasrani.
Adanya perdebatan antara sesame umat islam dan khususnya dengan pemeluk agama lain (yahudi dan nasrani) mengharuskan para mutakallim mu’tazilah mempelajari filsafat, logika (ilmu mantiq) dan juga mempelajari teologi yunani, sebagaimana an-nizam mempelajari filsafat aristoteles, kajian filsafat dan logika ini menjadi bagian ilmu kalam dan ilmu kalam menjadi ilmu yang berdiri sendiri.

Selain factor internal dan eksternal sebagaimana disebut diatas, munculnya khilafiyah pada masa akhir sahabat yang bersumber dari jahm bin safwan. Ma’bad al-juhani gillan ad-dimasyqi dalam hal membicarakan qadr dan pengingkaran penyandaran yang baik dan buruk pada qadr melahirkan kelompok qadariyah dan jabariyah perdebatan ini memicu timbulnya ilmu kalam atau teologi dalam kajian sejarah islam.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Amin,Duha al-islam, Beirut:dar al-kutb al-arabiyah.
Al-Asy’ari, Abi al-Hasan ali bin ismail. 1950, Aqamat al-islamiyah,mesir: maktabah an-Nahdah La-misriyah.
Ali Mustafa a gurubi, al-fariq al-islamiyah, mesir: Muhammad Ali Subh wa Auladuh.
Muhammad Abduh, 1996, Rislah Tauhid, Alih Bahasa, K.H.Firdaus A.N, Jakarta:Bulan bintang.
Muhammad Abu Zahra, Tarikh al-mazahib, al islamiyah,(kairo:Dar al fikr al-‘arabi.